<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Proses_Pembentukan_Laterit</id>
	<title>Proses Pembentukan Laterit - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Proses_Pembentukan_Laterit"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Proses_Pembentukan_Laterit&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-22T00:47:11Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Proses_Pembentukan_Laterit&amp;diff=6482&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Proses_Pembentukan_Laterit&amp;diff=6482&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T21:15:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Proses pembentukan laterit merupakan hasil dari pelapukan kimia yang terjadi secara intensif di wilayah tropis yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu rata-rata yang hangat. Proses ini menyebabkan konsentrasi unsur-unsur tertentu, terutama [[besi]] dan [[aluminium]], di dalam tanah. Akibat proses ini, laterit menjadi salah satu tanah yang paling umum dijumpai di kawasan tropis seperti Asia Tenggara dan Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pelapukan Kimiawi ==&lt;br /&gt;
Pelapukan kimiawi merupakan proses utama yang membentuk laterit. Air hujan yang asam mengikis [[mineral]] pada batuan induk dan melarutkan unsur-unsur seperti [[kalsium]], [[natrium]], dan [[kalium]]. Sementara itu, unsur besi dan aluminium yang lebih tahan terhadap pelapukan akan tertinggal dan terakumulasi di permukaan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Faktor Lingkungan ==&lt;br /&gt;
Iklim tropis yang lembap sangat berpengaruh terhadap pembentukan laterit. Curah hujan tinggi mempercepat proses pencucian tanah, sedangkan suhu hangat mempercepat reaksi kimia. Vegetasi yang lebat juga berperan dalam menambah keasaman tanah melalui proses pelapukan organik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hasil Akhir ==&lt;br /&gt;
Setelah proses pelapukan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, lapisan laterit yang terbentuk bisa sangat tebal dan keras. Lapisan ini seringkali mengandung nodul-nodul besi dan aluminium yang teroksidasi, memberikan tekstur dan warna khas pada laterit.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>