<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Penggunaan_Saliva_dalam_Diagnostik_Medis</id>
	<title>Penggunaan Saliva dalam Diagnostik Medis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Penggunaan_Saliva_dalam_Diagnostik_Medis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Penggunaan_Saliva_dalam_Diagnostik_Medis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-23T04:32:27Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Penggunaan_Saliva_dalam_Diagnostik_Medis&amp;diff=12660&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Penggunaan_Saliva_dalam_Diagnostik_Medis&amp;diff=12660&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-29T22:32:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Saliva kini semakin banyak dimanfaatkan dalam bidang [[diagnostik medis]] karena proses pengambilan sampel yang mudah dan tidak invasif. Berbagai kondisi kesehatan dapat dideteksi melalui analisis saliva.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Biomarker dalam Saliva ==&lt;br /&gt;
Saliva mengandung [[biomarker]] seperti hormon, antibodi, dan DNA yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit infeksi, gangguan hormonal, dan bahkan kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Deteksi Penyakit Melalui Saliva ==&lt;br /&gt;
Beberapa penyakit yang dapat didiagnosis melalui saliva antara lain [[HIV]], hepatitis, dan diabetes. Pengujian menggunakan saliva lebih nyaman dan dapat dilakukan di luar laboratorium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keunggulan Diagnostik Berbasis Saliva ==&lt;br /&gt;
Selain mudah dan tidak menimbulkan rasa sakit, pengambilan sampel saliva juga mengurangi risiko infeksi silang. Teknologi ini terus dikembangkan untuk meningkatkan akurasi dan cakupan deteksi penyakit.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>