<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pengaruh_Teori_Belajar_Humanistik_Maslow_terhadap_Kurikulum</id>
	<title>Pengaruh Teori Belajar Humanistik Maslow terhadap Kurikulum - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pengaruh_Teori_Belajar_Humanistik_Maslow_terhadap_Kurikulum"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Pengaruh_Teori_Belajar_Humanistik_Maslow_terhadap_Kurikulum&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-23T03:17:43Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Pengaruh_Teori_Belajar_Humanistik_Maslow_terhadap_Kurikulum&amp;diff=3475&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Pengaruh_Teori_Belajar_Humanistik_Maslow_terhadap_Kurikulum&amp;diff=3475&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T02:05:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Teori belajar humanistik Abraham Maslow memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan kurikulum di berbagai jenjang pendidikan. Teori ini menempatkan kebutuhan siswa sebagai pusat perhatian dalam penyusunan kurikulum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kurikulum Berpusat pada Siswa ==&lt;br /&gt;
Kurikulum yang berlandaskan teori humanistik menekankan pentingnya pengembangan potensi dan kepribadian siswa. Materi pembelajaran dirancang untuk mendukung [[pertumbuhan pribadi]], keterampilan sosial, dan aktualisasi diri siswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penilaian dan Evaluasi Otentik ==&lt;br /&gt;
Dalam teori humanistik, penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada proses, minat, dan bakat siswa. Evaluasi otentik seperti proyek, portofolio, dan refleksi diri lebih banyak digunakan untuk mengukur perkembangan siswa secara holistik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tantangan dalam Implementasi Kurikulum Humanistik ==&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, penerapan kurikulum berbasis humanistik memerlukan dukungan sumber daya dan pelatihan guru yang memadai. Selain itu, perlu adanya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan siswa.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>