<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Nekrosis_kaseosa</id>
	<title>Nekrosis kaseosa - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Nekrosis_kaseosa"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Nekrosis_kaseosa&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-20T01:56:10Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Nekrosis_kaseosa&amp;diff=20369&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi pada 21 September 2025 21.54</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Nekrosis_kaseosa&amp;diff=20369&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-09-21T21:54:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw=&quot;interface&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 21 September 2025 21.54&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Nekrosis kaseosa adalah salah satu bentuk [[nekrosis]] yang ditandai dengan penampilan jaringan yang menyerupai keju lunak, baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Istilah &quot;kaseosa&quot; berasal dari bahasa Latin &lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;*&lt;/del&gt;caseus&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;* &lt;/del&gt;yang berarti keju. Kondisi ini umumnya terkait dengan [[tuberkulosis]] yang disebabkan oleh infeksi bakteri [[Mycobacterium tuberculosis]], meskipun dapat juga terjadi pada beberapa infeksi lain atau penyakit granulomatosa kronis. Nekrosis jenis ini memiliki ciri khas berupa hilangnya struktur jaringan asli yang digantikan oleh massa amorf berwarna putih kekuningan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Nekrosis kaseosa adalah salah satu bentuk [[nekrosis]] yang ditandai dengan penampilan jaringan yang menyerupai keju lunak, baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Istilah &quot;kaseosa&quot; berasal dari bahasa Latin &lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&#039;&#039;&#039;&lt;/ins&gt;caseus&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&#039;&#039;&#039; &lt;/ins&gt;yang berarti keju. Kondisi ini umumnya terkait dengan [[tuberkulosis]] yang disebabkan oleh infeksi bakteri [[Mycobacterium tuberculosis]], meskipun dapat juga terjadi pada beberapa infeksi lain atau penyakit granulomatosa kronis. Nekrosis jenis ini memiliki ciri khas berupa hilangnya struktur jaringan asli yang digantikan oleh massa amorf berwarna putih kekuningan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Gambaran Histopatologis ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Gambaran Histopatologis ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Nekrosis_kaseosa&amp;diff=20362&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: ←Membuat halaman berisi &#039;Nekrosis kaseosa adalah salah satu bentuk nekrosis yang ditandai dengan penampilan jaringan yang menyerupai keju lunak, baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Istilah &quot;kaseosa&quot; berasal dari bahasa Latin *caseus* yang berarti keju. Kondisi ini umumnya terkait dengan tuberkulosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, meskipun dapat juga terjadi pada beberapa infeksi lain atau penyakit granulomatosa kronis. Nekrosis jenis...&#039;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Nekrosis_kaseosa&amp;diff=20362&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-09-21T21:52:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;←Membuat halaman berisi &amp;#039;Nekrosis kaseosa adalah salah satu bentuk &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Nekrosis&quot; title=&quot;Nekrosis&quot;&gt;nekrosis&lt;/a&gt; yang ditandai dengan penampilan jaringan yang menyerupai keju lunak, baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Istilah &amp;quot;kaseosa&amp;quot; berasal dari bahasa Latin *caseus* yang berarti keju. Kondisi ini umumnya terkait dengan &lt;a href=&quot;/wiki/index.php/Tuberkulosis&quot; title=&quot;Tuberkulosis&quot;&gt;tuberkulosis&lt;/a&gt; yang disebabkan oleh infeksi bakteri &lt;a href=&quot;/wiki/index.php?title=Mycobacterium_tuberculosis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Mycobacterium tuberculosis (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Mycobacterium tuberculosis&lt;/a&gt;, meskipun dapat juga terjadi pada beberapa infeksi lain atau penyakit granulomatosa kronis. Nekrosis jenis...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Nekrosis kaseosa adalah salah satu bentuk [[nekrosis]] yang ditandai dengan penampilan jaringan yang menyerupai keju lunak, baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Istilah &amp;quot;kaseosa&amp;quot; berasal dari bahasa Latin *caseus* yang berarti keju. Kondisi ini umumnya terkait dengan [[tuberkulosis]] yang disebabkan oleh infeksi bakteri [[Mycobacterium tuberculosis]], meskipun dapat juga terjadi pada beberapa infeksi lain atau penyakit granulomatosa kronis. Nekrosis jenis ini memiliki ciri khas berupa hilangnya struktur jaringan asli yang digantikan oleh massa amorf berwarna putih kekuningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Gambaran Histopatologis ==&lt;br /&gt;
Secara histopatologis, nekrosis kaseosa memperlihatkan massa amorf [[eosinofilik]] tanpa arsitektur seluler yang jelas. Jaringan yang mengalami nekrosis ini akan dikelilingi oleh [[granuloma]] yang tersusun atas [[makrofag]], [[limfosit]], dan kadang [[sel raksasa multinukleus]]. Di tengah granuloma, area nekrotik tampak seperti material granular halus yang homogen. Pewarnaan histologi seperti [[Hematoksilin dan eosin]] (H&amp;amp;E) akan menunjukkan pusat nekrosis yang pucat dan eosinofilik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyebab ==&lt;br /&gt;
Penyebab utama nekrosis kaseosa adalah infeksi [[Mycobacterium tuberculosis]]. Namun, beberapa kondisi lain juga dapat menimbulkan pola nekrosis ini, antara lain:&lt;br /&gt;
# Infeksi [[jamur]] seperti [[Histoplasma capsulatum]].&lt;br /&gt;
# Penyakit granulomatosa kronis akibat [[Mycobacterium leprae]] pada [[lepra]].&lt;br /&gt;
# Reaksi inflamasi kronis akibat [[sarkoidosis]].&lt;br /&gt;
# Infeksi bakteri tertentu seperti [[Corynebacterium]] pada penyakit langka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Patogenesis ==&lt;br /&gt;
Patogenesis nekrosis kaseosa melibatkan respons imun seluler yang kuat terhadap patogen intraseluler. Aktivasi [[limfosit T]] akan memicu pelepasan [[sitokin]] seperti [[interferon-gamma]] yang mengaktifkan [[makrofag]]. Makrofag yang teraktivasi berusaha membunuh patogen, namun dalam prosesnya juga merusak jaringan inang. Akumulasi debris sel, lipid dari membran sel, dan protein menghasilkan massa nekrotik yang khas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hubungan dengan Tuberkulosis ==&lt;br /&gt;
Pada [[tuberkulosis paru]], nekrosis kaseosa sering ditemukan di pusat granuloma. Lesi ini dapat mengalami [[kavitasi]] jika material nekrotik dikeluarkan melalui saluran pernapasan. Kavitasi meningkatkan potensi penularan [[Mycobacterium tuberculosis]] karena bakteri dapat keluar bersama dahak. Diagnosis biasanya ditegakkan melalui [[pemeriksaan dahak]], [[rontgen dada]], dan pemeriksaan histopatologis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Diagnosis ==&lt;br /&gt;
Diagnosis nekrosis kaseosa memerlukan kombinasi pemeriksaan klinis, radiologis, dan histologis. Biopsi jaringan yang menunjukkan granuloma dengan pusat nekrosis kaseosa sangat mendukung diagnosis. Pemeriksaan tambahan seperti [[Ziehl–Neelsen stain]] dapat digunakan untuk mengidentifikasi basil tahan asam penyebab tuberkulosis. Pemeriksaan kultur dan [[PCR]] juga membantu memastikan etiologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perbedaan dengan Nekrosis Lain ==&lt;br /&gt;
Nekrosis kaseosa memiliki perbedaan dengan bentuk nekrosis lainnya. Misalnya, [[nekrosis koagulatif]] umumnya mempertahankan bentuk jaringan untuk beberapa hari, sedangkan nekrosis kaseosa menghancurkan struktur jaringan sepenuhnya. [[Nekrosis likuefaktif]] menghasilkan massa cairan kental, sedangkan nekrosis kaseosa memiliki konsistensi lunak seperti keju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Komplikasi ==&lt;br /&gt;
Jika tidak ditangani, nekrosis kaseosa dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang luas. Pada paru, hal ini dapat mengakibatkan:&lt;br /&gt;
# Pembentukan kavitas besar.&lt;br /&gt;
# Penyebaran infeksi ke jaringan lain ([[tuberkulosis milier]]).&lt;br /&gt;
# Penurunan fungsi paru secara permanen.&lt;br /&gt;
# Risiko hemoptisis akibat erosi pembuluh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penatalaksanaan ==&lt;br /&gt;
Penatalaksanaan nekrosis kaseosa bergantung pada penyebabnya. Pada kasus tuberkulosis, terapi lini pertama melibatkan kombinasi beberapa obat [[antituberkulosis]] seperti [[isoniazid]], [[rifampisin]], [[etambutol]], dan [[pirazinamid]]. Terapi harus dijalankan secara teratur dan tuntas untuk mencegah resistensi obat. Pada infeksi jamur, digunakan agen antijamur spesifik seperti [[itrakonazol]] atau [[amfoterisin B]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Prognosis ==&lt;br /&gt;
Prognosis nekrosis kaseosa sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan ketepatan pengobatan. Pasien yang mendapatkan terapi tepat waktu umumnya memiliki angka kesembuhan tinggi. Namun, keterlambatan terapi dapat menyebabkan komplikasi permanen atau bahkan kematian, terutama pada pasien dengan sistem imun lemah seperti penderita [[HIV/AIDS]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pencegahan ==&lt;br /&gt;
Pencegahan nekrosis kaseosa, khususnya yang disebabkan oleh tuberkulosis, dapat dilakukan melalui:&lt;br /&gt;
# Vaksinasi [[BCG]] pada anak.&lt;br /&gt;
# Deteksi dini dan pengobatan kasus tuberkulosis aktif.&lt;br /&gt;
# Peningkatan sanitasi dan ventilasi lingkungan.&lt;br /&gt;
# Edukasi masyarakat mengenai gejala tuberkulosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penelitian Terkini ==&lt;br /&gt;
Penelitian terkini mengenai nekrosis kaseosa menyoroti peran molekul imun tertentu dalam pembentukan granuloma dan kerusakan jaringan. Studi pada model hewan menunjukkan bahwa penghambatan jalur inflamasi tertentu dapat mengurangi derajat nekrosis. Selain itu, teknologi pencitraan canggih seperti [[MRI]] resolusi tinggi mulai digunakan untuk mempelajari evolusi lesi nekrosis kaseosa secara non-invasif.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>