<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Laterit</id>
	<title>Laterit - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Laterit"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Laterit&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-21T20:54:57Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Laterit&amp;diff=6480&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Laterit&amp;diff=6480&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T21:15:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Laterit adalah jenis tanah yang terbentuk akibat pelapukan batuan di daerah beriklim tropis dan subtropis yang lembap. Tanah ini terkenal karena warnanya yang kemerahan yang disebabkan oleh kandungan [[besi]] dan [[aluminium]] yang tinggi. Laterit banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan juga memiliki peran penting dalam pertanian. Keunikan dan sifat kimianya membuat laterit menjadi objek studi dalam bidang [[geologi]] dan [[pertanian]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Proses Pembentukan ==&lt;br /&gt;
Laterit terbentuk melalui proses pelapukan kimiawi yang intensif pada batuan induk di bawah kondisi hujan yang tinggi. Pelapukan ini menyebabkan hilangnya unsur-unsur seperti [[silikat]], sementara unsur besi dan aluminium yang tahan pelapukan tetap tertinggal. Endapan ini kemudian mengeras dan membentuk lapisan laterit yang padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Komposisi Kimia ==&lt;br /&gt;
Komposisi utama laterit adalah [[oksida besi]] dan [[oksida aluminium]], yang memberikan warna merah atau kecoklatan yang khas. Selain itu, laterit juga mengandung mineral-mineral lain seperti [[kuarsa]] dan [[kaolinit]]. Komposisi ini membuat laterit sangat berbeda dari jenis tanah lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan dalam Konstruksi ==&lt;br /&gt;
Laterit telah digunakan selama berabad-abad sebagai bahan bangunan, terutama di wilayah Asia Selatan dan Afrika. Batu laterit mudah dipotong dalam kondisi basah namun mengeras setelah terkena udara, sehingga cocok dijadikan bahan bangunan. Penggunaan laterit juga ditemukan dalam pembuatan jalan dan pondasi bangunan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>