<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kornea_dan_Teknologi_Refraktif</id>
	<title>Kornea dan Teknologi Refraktif - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kornea_dan_Teknologi_Refraktif"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Kornea_dan_Teknologi_Refraktif&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-19T14:48:24Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Kornea_dan_Teknologi_Refraktif&amp;diff=15553&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Kornea_dan_Teknologi_Refraktif&amp;diff=15553&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-30T19:52:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Perkembangan [[teknologi refraktif]] telah memungkinkan koreksi kelainan penglihatan secara permanen melalui tindakan pada kornea. Teknologi seperti LASIK dan PRK menggunakan sinar laser untuk mengubah bentuk kornea sehingga cahaya dapat difokuskan dengan tepat pada retina. Prosedur ini menawarkan solusi jangka panjang bagi penderita rabun jauh, rabun dekat, maupun astigmatisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== LASIK dan PRK ==&lt;br /&gt;
[[LASIK]] (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) dan [[PRK]] (Photorefractive Keratectomy) adalah dua metode populer dalam operasi refraktif kornea. Kedua prosedur ini bekerja dengan membuang sebagian jaringan kornea untuk mengubah kelengkungan permukaan kornea, sehingga memperbaiki kelainan refraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Indikasi dan Pertimbangan ==&lt;br /&gt;
Tidak semua orang dapat menjalani operasi refraktif kornea. Kondisi seperti ketebalan kornea yang kurang, penyakit autoimun, atau kehamilan menjadi faktor penghambat. Konsultasi dengan dokter mata diperlukan untuk menentukan kelayakan dan risiko tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Risiko dan Efek Samping ==&lt;br /&gt;
Meski umumnya aman, operasi refraktif pada kornea tetap memiliki risiko seperti mata kering, silau, atau undercorrection/overcorrection. Perawatan pasca operasi dan kontrol rutin sangat penting untuk mendapatkan hasil optimal dan mencegah komplikasi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>