<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Jenis-Jenis_Auksin</id>
	<title>Jenis-Jenis Auksin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Jenis-Jenis_Auksin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Jenis-Jenis_Auksin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-22T07:14:37Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Jenis-Jenis_Auksin&amp;diff=5551&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Jenis-Jenis_Auksin&amp;diff=5551&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T20:53:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Auksin terdiri atas beberapa jenis senyawa yang dapat ditemukan secara alami maupun sintetis. Setiap jenis auksin memiliki karakteristik dan peran yang sedikit berbeda dalam pengaturan proses pertumbuhan dan perkembangan [[tumbuhan]]. Pengetahuan mengenai jenis-jenis auksin penting untuk aplikasi praktis di bidang [[bioteknologi]] pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Auksin Alami ==&lt;br /&gt;
Auksin alami yang paling dikenal adalah [[asam indolil asetat]] (IAA). Hormon ini ditemukan secara alami pada hampir semua tanaman dan menjadi bentuk utama auksin yang aktif secara biologis. Selain IAA, terdapat juga [[asam indolil butirat]] (IBA) dan asam 4-kloroindolil asetat (4-Cl-IAA) yang juga berperan dalam proses perkembangan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Auksin Sintetis ==&lt;br /&gt;
Beberapa auksin dibuat secara sintetis untuk keperluan penelitian maupun aplikasi pertanian, seperti [[asam naftalenasetat]] (NAA) dan [[asam 2,4-diklorofenoksiasetat]] (2,4-D). Auksin sintetis sering digunakan sebagai [[herbisida]] selektif dan untuk merangsang pertumbuhan akar pada stek tanaman. Penggunaan auksin sintetis harus memperhatikan dosis agar tidak merusak tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fungsi dan Aplikasi ==&lt;br /&gt;
Setiap jenis auksin memiliki tingkat efikasi dan stabilitas yang berbeda pada berbagai spesies tanaman. Pemilihan jenis auksin yang tepat sangat menentukan keberhasilan dalam aplikasi perbanyakan tanaman secara vegetatif maupun dalam pengendalian gulma.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>