<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Emboli_Amniotik</id>
	<title>Emboli Amniotik - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Emboli_Amniotik"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Emboli_Amniotik&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-21T23:39:26Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Emboli_Amniotik&amp;diff=14771&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Emboli_Amniotik&amp;diff=14771&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-30T10:49:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Emboli amniotik adalah kondisi langka dan sangat serius di mana cairan amnion, sel janin, atau material lainnya dari [[cairan ketuban]] masuk ke sirkulasi ibu selama proses persalinan atau setelah persalinan. Kondisi ini menyebabkan reaksi alergi berat yang dapat berujung pada [[syok]] anafilaktik, gangguan pernapasan, dan koagulasi intravaskular diseminata (DIC).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Patofisiologi dan Faktor Risiko ==&lt;br /&gt;
Emboli amniotik terjadi ketika ada robekan pada pembuluh darah rahim atau plasenta sehingga cairan ketuban masuk ke sirkulasi ibu. Faktor risiko termasuk persalinan yang lama, induksi persalinan, dan trauma obstetri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Gejala Klinis ==&lt;br /&gt;
Gejala muncul secara tiba-tiba, meliputi sesak napas berat, hipotensi, kejang, dan perdarahan masif. Kondisi ini sering kali menyebabkan kematian ibu jika tidak segera ditangani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penanganan dan Prognosis ==&lt;br /&gt;
Penanganan berupa stabilisasi hemodinamik, pemberian oksigen, transfusi darah, dan penanganan DIC. Prognosis umumnya buruk, namun deteksi dan penanganan dini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>