<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Eksotoksin%3A_Pengertian_dan_Karakteristik</id>
	<title>Eksotoksin: Pengertian dan Karakteristik - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Eksotoksin%3A_Pengertian_dan_Karakteristik"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Eksotoksin:_Pengertian_dan_Karakteristik&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-26T01:14:00Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Eksotoksin:_Pengertian_dan_Karakteristik&amp;diff=14887&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Eksotoksin:_Pengertian_dan_Karakteristik&amp;diff=14887&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-30T19:31:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Eksotoksin merupakan salah satu jenis [[toksin]] yang dihasilkan dan disekresikan oleh bakteri ke lingkungan sekitarnya. Berbeda dengan [[endotoksin]], eksotoksin umumnya lebih toksik dan dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia maupun hewan. Eksotoksin biasanya bersifat protein dan dapat dengan mudah disterilkan atau diinaktivasi oleh panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur dan Sifat Eksotoksin ==&lt;br /&gt;
Eksotoksin terdiri dari molekul protein yang kompleks dan sering kali memiliki struktur tiga dimensi yang spesifik. Banyak eksotoksin yang memiliki dua subunit, yaitu subunit A (aktif) dan subunit B (pengikat), yang memungkinkan toksin tersebut menempel pada [[reseptor]] di permukaan [[sel]] target. Keunikan struktur ini memungkinkan eksotoksin memiliki efek yang sangat spesifik terhadap target biologisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran Eksotoksin dalam Patogenesis ==&lt;br /&gt;
Eksotoksin memiliki peran penting dalam proses [[patogenesis]] suatu penyakit. Mereka dapat mengganggu berbagai fungsi sel, seperti menghambat sintesis protein, merusak membran sel, atau memicu reaksi imun yang berlebihan. Akibatnya, gejala penyakit yang disebabkan oleh eksotoksin seringkali sangat parah, seperti pada kasus [[difteri]], [[tetanus]], dan [[botulisme]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Inaktivasi dan Imunisasi ==&lt;br /&gt;
Eksotoksin dapat diinaktivasi dengan proses kimia atau panas, menghasilkan &amp;quot;toksoid&amp;quot; yang tidak berbahaya namun tetap mampu merangsang [[sistem imun]]. Toksoid inilah yang digunakan dalam [[vaksin]] untuk mencegah penyakit tertentu, seperti vaksin tetanus dan vaksin difteri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>