<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Eksistensialisme_Ateistik</id>
	<title>Eksistensialisme Ateistik - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Eksistensialisme_Ateistik"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Eksistensialisme_Ateistik&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-23T04:30:35Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Eksistensialisme_Ateistik&amp;diff=17514&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Eksistensialisme_Ateistik&amp;diff=17514&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-31T22:10:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Eksistensialisme ateistik adalah cabang eksistensialisme yang menolak keberadaan Tuhan atau kekuatan adikodrati sebagai sumber makna dan nilai. Dalam pandangan ini, manusia bertanggung jawab sepenuhnya untuk menciptakan makna hidupnya sendiri tanpa mengandalkan panduan agama. Eksistensialisme ateistik berkembang pesat pada abad ke-20 melalui pemikiran beberapa filsuf terkemuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tokoh Utama dan Pemikiran ==&lt;br /&gt;
Tokoh-tokoh utama eksistensialisme ateistik antara lain [[Jean-Paul Sartre]], [[Albert Camus]], dan [[Simone de Beauvoir]]. Mereka menegaskan bahwa tanpa Tuhan, manusia tetap mampu menentukan tujuan dan nilai hidupnya. Sartre menulis bahwa manusia &amp;quot;terkutuk untuk bebas,&amp;quot; karena tidak ada otoritas eksternal yang dapat dijadikan sandaran moral.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Konsep &amp;quot;Keberadaan Mendahului Esensi&amp;quot; ==&lt;br /&gt;
Salah satu konsep penting dalam eksistensialisme ateistik adalah &amp;quot;keberadaan mendahului esensi&amp;quot; (existence precedes essence). Artinya, manusia pertama-tama eksis, lalu membentuk hakikat dirinya melalui pilihan dan tindakan. Pandangan ini menolak gagasan [[esensialisme]] yang menyatakan bahwa identitas manusia sudah ditentukan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengaruh dalam Pemikiran Modern ==&lt;br /&gt;
Eksistensialisme ateistik sangat memengaruhi [[filsafat sekuler]], [[psikologi]], dan gerakan sosial yang menekankan kebebasan individu. Pemikiran ini juga banyak diangkat dalam [[sastra modern]], teater, dan seni kontemporer yang menyoroti tema pencarian makna tanpa Tuhan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>