<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bahan_Inert_dalam_Farmasi</id>
	<title>Bahan Inert dalam Farmasi - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bahan_Inert_dalam_Farmasi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Bahan_Inert_dalam_Farmasi&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-19T22:54:20Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Bahan_Inert_dalam_Farmasi&amp;diff=6345&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Bahan_Inert_dalam_Farmasi&amp;diff=6345&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T21:12:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Dalam industri farmasi, bahan inert digunakan sebagai komponen tambahan yang tidak bereaksi dengan zat aktif obat. Bahan-bahan ini dikenal sebagai [[eksipien]] dan berfungsi untuk memastikan stabilitas, penampilan, dan efektivitas produk farmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Bahan Inert ==&lt;br /&gt;
Beberapa contoh eksipien inert meliputi [[laktosa]], [[selulosa]], dan [[silika]]. Bahan-bahan ini dipilih karena tidak berinteraksi secara kimia dengan zat aktif obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran Eksipien ==&lt;br /&gt;
Eksipien inert membantu dalam pembentukan tablet, kapsul, dan bentuk sediaan lainnya, serta meningkatkan bioavailabilitas dan kenyamanan penggunaan obat. Mereka juga berperan dalam memperpanjang umur simpan produk farmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Regulasi dan Keamanan ==&lt;br /&gt;
Penggunaan bahan inert dalam farmasi diatur secara ketat oleh lembaga pengawas seperti [[BPOM]] dan [[FDA]] untuk memastikan keamanannya bagi pasien. Pemilihan eksipien harus didasarkan pada bukti ilmiah dan uji toksisitas yang memadai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>