<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Aplikasi_Terapi_Fag_dalam_Kedokteran</id>
	<title>Aplikasi Terapi Fag dalam Kedokteran - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Aplikasi_Terapi_Fag_dalam_Kedokteran"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Aplikasi_Terapi_Fag_dalam_Kedokteran&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-25T23:15:08Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Aplikasi_Terapi_Fag_dalam_Kedokteran&amp;diff=5831&amp;oldid=prev</id>
		<title>Budi: Batch created by Azure OpenAI</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://inibudi.or.id/wiki/index.php?title=Aplikasi_Terapi_Fag_dalam_Kedokteran&amp;diff=5831&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2025-07-26T21:01:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Batch created by Azure OpenAI&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Terapi fag adalah penggunaan bakteriofag untuk mengobati [[infeksi bakteri]]. Metode ini telah berkembang pesat, terutama dalam menghadapi masalah meningkatnya resistensi bakteri terhadap [[antibiotik]]. Terapi fag menjadi harapan baru dalam dunia [[kedokteran]] modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah dan Perkembangan ==&lt;br /&gt;
Penggunaan bakteriofag sebagai terapi pertama kali dilakukan pada awal abad ke-20. Namun, keberhasilan antibiotik membuat terapi fag sempat dilupakan di banyak negara. Kini, terapi fag kembali dikembangkan, terutama di Rusia, Georgia, dan Polandia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme Kerja ==&lt;br /&gt;
Bakteriofag bekerja dengan cara menginfeksi dan menghancurkan bakteri penyebab penyakit secara spesifik, tanpa merusak [[sel manusia]] atau mikroba bermanfaat lainnya. Keunggulan ini membuat terapi fag lebih selektif dibanding antibiotik konvensional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tantangan dan Prospek ==&lt;br /&gt;
Meskipun menjanjikan, terapi fag menghadapi tantangan seperti respons imun tubuh pasien dan kemungkinan bakteri mengembangkan resistensi terhadap fag. Penelitian terus dilakukan untuk mengoptimalkan efektivitas dan keamanan penggunaan bakteriofag dalam praktik klinis.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Budi</name></author>
	</entry>
</feed>